Jalan Panjang Menuju Baitullah

Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka…Kalimat talbihlah yang pertama kali kami ucapkan ketika Baitullah terlihat jelas di depan mata, setelah berhari-hari berkutat melalui beberapa kota-kota cantik di Eropa dan Turki, sebuah perjalanan umrah yang paling mengesankan bagiku dan semua teman-teman di komunitas muslim traveler kala itu, meski hanya berlima  dan satu diantaranya perempuan kami berani berpetualang ala backpacker, meskipun tak sedikit air mata yang yang menjadi saksi dalam perjalanan ini, begitu banyak hal unik yang kami alami, penuh suka dan duka namun di balik semua itu banyak hikmah yang bisa diambil. Di mulai dari Jakarta kami terbang menuju Singapura, terbang lagi menuju Berlin, kemudian naik kereta menuju Munich, Budapest, Bucharest dan Istambul, dari Istambul ke Jeddah kemudian Madinah serta Mekkah dan kembali lagi ke Jeddah menggunakan Bus, dari Jeddah kami terbang menuju tanah air tercinta.

Perjalanan panjang yang kami lakukan kala itu terbilang ajaib, berawal dari tiket murah seharga 100 ribu kala itu, kami sudah bisa terbang ke Singapura, uniknya lagi ketika di Changi Airportkami berkenalan dengan seorang pengusaha berkebangsaan Malaysia, yang kala itu akan membuka bisnis barunya di Berlin, entah karena melihat tingkah kami yang serba kampungan diapun memberikan kami beberapa lembar uang Euro, setelah mengetahui bahwa perjalanan yang akan kami lakukan ini akan berakhir di Baitullah, dia berharap melalui sedekah, bisnis barunya di Berlin membuahkan hasil yang berlipat, amien…

Sesampainya di negeri Hitler, kami tak langsung berangkat menuju Munich melainkan bermukim dulu satu hari di sebuah keluarga muslim asal Spanyol, aku juga tak tahu dari mana sahabatku Laila bisa mengenal mereka, entah melalui jejaringan social atau blog walking. Namun aku bahagia bisa bertemu keluarga ini, karena di keluarga ini aku serasa mendapat ruh baru tentang Islam, baik itu indahnya Islam di Andalusia, cantiknya permata eropa yang sering kita kenal dengan sebutan Alhambra kemudian sedekah seorang pemain sepak bola untuk sebuah masjid di Sevilla serta sepak terjak seorang Thariq Bin Ziyad.

Perjalananpun kami lanjutkan menuju Munich, dengan menaiki kereta api dari Berlin. Di kereta ini kami bercengkerama dengan seorang Nonik asal Rusia, wajahnya yang cantik membuatku terkagum-kagum dengan ciptaan Allah yang satu ini, sampai-sampai sahabatku Fikri tak berkedip melihat kecantikannya, sungguh…kecantikannya merupakan karya surgawi yang teramat sempurna. Hebatnya lagi Nonik Rusia ini begitu bangga memiliki seorang kekasih seorang muslim, karena selama 4 tahun memadu kasih, tak sekalipun kekasihnya berani menyentuh tangannya apalagi tubuhnya, hal inilah yang membuat dia terkesima dan menyegerakan diri untuk memeluk ajaran Islam.

Berpindah kereta dari Munich menuju Budapest merupakan kenangan yang tak pernah bisa untuk kami lupakan, karena di kereta ini ada seorang warga Jepang yang sudah 3 tahun menggunakan kaki palsu namun satu hal yang membuat kami semua kagum, karena Orang ini kuliah di RWTH Aachen, tempat kuliahnya Presiden B.J Habibie untuk belajar teknik Pesawat Terbang. Darinya kami belajar bahwa Hidup masih koma, belum titik….

Begitulah perjalanan umrah terunik yang pernah kami alami, namun ketika menaiki kereta Bucharest menuju Istambul emosi kami serasa turun naik hanya kerena satu gerbong dengan seorang warga Perancis yang beragama Yahudi, betapa Islam ia lecehkan karena banyaknya umat muslim di muka bumi ini namun persatuan dan kesatuan tiada terlihat di negara-negara Islam khususnya, kemudian banyaknya pria muslim yang masih pulas di pembaringan ketika azan subuh berkumandang, padahal disinilah kejayaan Islam sesungguhnya, begitulah celotehnya kepada kami semua. Meski di lecehkan dengan beraneka ragam argumen, namun ketika sampai di Istambul ia memberikan sebuah Yarmulke kepada sahabatku Ogie sebagai salam perkenalan sekaligus perpisahan kepada kami semua. Yarmulke  adalah sebuah peci kecil yang biasa di pakai orang2 Yahudi, hampir mirip dengan pecinya Paus Paulus.

Di kereta ini juga kamera Nikon yang biasa kubawa selama menjadi backpacker di hancur oleh seorang warga asal Denmark karena tanpa sengaja aku mengganggu aktivitas cintanya di dalam toilet kereta, padahal kala itu aku benar-benar kebelet pipis sehingga apa yang kulihat hanyalah kebetulan, bukan maksud mengganggu mereka. Namun sangat kusayangkan emosinya yang meledak-ledak membuat kamera yang kutenteng direbutnya kemudian di hempaskan dilantai kereta. Padahal di dalam kamera itulah semua memori perjalanan umrah ini menjadi nyata, dari foto bareng dengan pengusaha asal Malaysia, keluarga muslim asal Spanyol, kecantikan Nonik Rusia dan terakhir ilmuwan asal Jepang. Saat itu tak satupun kata yang bisa ku keluarkan untuk melawan kebrutalannya, cuma air mata yang menjadi benteng pertahananku kala itu.

Dari Istanbul menuju Jeddah kemudian Madinah lalu Mekkah tak ada cerita menarik yang kami alami, karena sejak dihancurkannya kameraku, suasana terasa suram, atas inisiatip sahabatku Sual kamera yang di bawa oleh teman-teman tak lagi di tenteng melainkan disimpan, karena di khawatirkan para askar juga akan bertindak yang sama. Namun Mekkah memang kotanya umat muslim, sehingga perasaan sedih berubah menjadi bahagia apalagi ketika kita benar-benar sujud di depan Baitullah, lain lagi dengan diriku yang kala itu terpaksa kembali menyulam memori bahari karena bertemu dengan pujaan hati waktu SMP dulu, uniknya bait-bait puisi cintaku pun keluar, padahal kala itu perut kami semua lagi bernyanyi, bait-bait puisi cinta itu seperti ini :

jika engkau mencintaiku karena harta yang kumiliki
maka ambillah seberapa yang kau mau,
tapi jika engkau mencintaiku karena Allah TuhanMu
maka aku siap mendampingimu dunia dan akhirat.

Petualangan kami berakhir, beginilah rasanya melakukan umrah ala backpacker, semoga kisah perjalanan ini bisa diambil hikmahnya oleh teman-teman semua, dari Jeddah menuju Jakarta kami berharap umrah yang kami lakukan ini diterima disisi Nya, kami juga berharap satu saat nanti kami bisa kembali bersujud didepan Baitullah. Amien…

Note :

Tulisan ini dipublikasikan bukanlah sebuah bentuk kesombongan karena kami pernah umrah ala backpacker melainkan sebagai khazanah ilmu, bahwa dalam setiap perjalanan ada cerita yang bisa di bagi untuk semua…

Tulisan ini juga pernah di terbitkan di koran Banjarmasin Post dan  kini sudah menjadi buku yang berjudul Too Good To Be True diterbitkan oleh Hasfa Publishing

Tagged:

28 thoughts on “Jalan Panjang Menuju Baitullah

  1. Pipiet Senja July 11, 2011 at 10:00 am Reply

    subhanallah….

  2. zilla July 11, 2011 at 2:07 pm Reply

    pengalaman yang sangat menarik…

  3. ignas subkhi a July 11, 2011 at 3:16 pm Reply

    Wah pengen sekali saya jadi backpacker sampe ke luar negeri gitu :)

  4. M. Arifin July 12, 2011 at 4:40 am Reply

    Assalaamu’alaikum..
    Subhanallah, Laa haula wa laa quwwata illa billah :)
    wow.. amazing *thumbs_up*
    Jazakumullohi khoir

  5. ARIS July 12, 2011 at 9:54 am Reply

    Assalamu’alaikum
    baca ceritanya sudah seru, apalagi menjalaninya.
    Subhanallah…

  6. rucksack-traveler August 10, 2011 at 11:29 am Reply

    bagi info nya dong, susah gak dapat visa umrah dengan mengurus sendiri?
    sayang…di sini tidak diceritakan step2 awal untuk bisa sampai mengurus visa nya, karena konon katanya susah sekali mendapatkan visa umrah jika mengurus sendiri.

  7. selfi September 6, 2011 at 11:40 am Reply

    Dear Friend…
    Boleh lebih detail ga share nya?? karena aku dan teman2 punya niat beribadah umrah tapi terkendala biaya tolong bantuannya..

  8. Tatang September 13, 2011 at 8:44 pm Reply

    Subhanallah, Indah sekali perjalanan umroh nya …
    Jadi pengen ikutan… boleh tahu ga kira2 minimum perbekalan yg harus dibawa dan dokumen yg barangkali harus disiapkan… Saya yakin banyak teman2 yg ingin melakukan hal serupa, mengingat umrah yg resmi msh belum terjangkau oleh sebagian besar masyarakat…

  9. eka October 7, 2011 at 7:41 am Reply

    Subhanallah,
    perjalanan yang luar biasa..
    sayapun ingin sekali ke tanah suci

  10. bend October 20, 2011 at 5:00 am Reply

    “tak sekalipun kekasihnya berani menyentuh tangannya apalagi tubuhnya” :D

  11. Muhd Suhaily October 21, 2011 at 10:55 am Reply

    Subhanallah…

  12. Laksmi October 31, 2011 at 2:05 pm Reply

    kalau cewe gmn ya?
    pengen juga backpacker tapi kan harus ada mahram….

    btw izin repost di blog saya ya akhi….
    mau buat menambah artikel :D

  13. akhmad fauzi November 23, 2011 at 8:59 pm Reply

    Kapan ya bisa kesana? untuk beribadah haji….hik..hik….nelongso aku…

  14. Zico Alviandri December 3, 2011 at 3:14 pm Reply

    Wow.. salut dengan perjalannya.. bisa umrah dengan back packer. Sayang kenangannya dihancurkan oleh warga Denmark :(

  15. squidy December 19, 2011 at 4:26 pm Reply

    kayaknya seru sekali perjalanan backpackernya

  16. surya December 20, 2011 at 2:31 am Reply

    wah, pengalaman yang tak terlupakan…

  17. Sukajiyah January 3, 2012 at 12:22 pm Reply

    subhanallah, pengalaman yang luar biasa.
    saya jadi ikut bermimpi utk melakukan hal yang sama, inspiratif sekali.

  18. teeyara January 3, 2012 at 3:02 pm Reply

    wah , saya mau backpackeran yg di dalam negri aja belum kesampaian , keren :D

  19. Evi January 3, 2012 at 2:01 pm Reply

    Subhanallah, perjalanan umrah yang luar biasa. Gak berlebihan jika aku juga ikut merinding membacanya. Pengalaman camera di hancurkan itu sangat brutal. Aku gak tahu bagaimana harus menghadapi hal tersebut jika mengalaminya sendiri. Tapi alhamdulillah semua berakhir bahagia ya Mas,Ikut senang membaca baris akhirnya :)

  20. Siti Fatimah Ahmad January 3, 2012 at 9:11 pm Reply

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Jauh perjalanan, luas pemandangan dan banyak pengalaman.
    Sungguh mengasyikkan perjalanan panjang yang di dalamnya ada niat ibadah menuju Madinah dan Makkah dalam rangka melaksanakan umrah.

    Semoga segala jalan dan pengalaman yang ditempuh menjadi saksi dan ganjaran besar dari Allah swt. Mudahan telah mendapat umrah mabrur yang diredhai Allah.

    Saya juga punya pengalaman yang sama dan akan dikongsikan di kemudian hari. Kongsian yang bermanfaat seperti ini tidak akan sampai jadi riak jika tujuan dan niat kita semata-mata kerana Allah dan maslahat ummah yang mahu menimpa pengalaman sebelum ke sana. Insya Allah, semuanya telah ditentukan Allah akan tulisan yang terpahat di maya ini.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. :D

  21. Mama Murai January 11, 2012 at 7:17 pm Reply

    Assalaamu`alaikum
    terlebih dahulu saya ingin mengucapkan salam perkenalan, Syukur Alhamdulillah saudara bisa mengerjakan Umrah sambil melihat dunia ciptaan yang Maha Esa. Pengalaman ini cukup luar biasa dan memberikan inspirasi kepada yang membacanya. Sekurang-kurangnya kami yang nggak pernah ke sana, terbayangkan keindahannya.

  22. super lutein January 15, 2012 at 10:05 pm Reply

    insya allah niat kami terkabulkan…amin

  23. suri January 26, 2012 at 4:58 pm Reply

    Salam..
    ada rezeki boleh ke sana

  24. niee January 30, 2012 at 9:11 pm Reply

    *membayangkan perjalanannya*

    waaaahhhh pasti asyik banget tuh perjalanannya .. Bisa ke Eropa dan ditutup dengan umrah. caranya beda lagi!! Ah mudah2an suatu hari aku bisa diundang Allah ke rumahnya :)

  25. chachu January 31, 2012 at 4:12 pm Reply

    Keren banget Subhanallah, seru juga kalau bisa jalan2 keliling dunia dan berakhir di Baitullah, jadi iri… Semoga saya mendapat kesempatan juga, amin…

  26. sulung February 1, 2012 at 3:14 pm Reply

    kutipan terakhirnya saya suka, dalem banget maknanya…

  27. Max February 3, 2012 at 6:54 pm Reply

    subhanallaah…

  28. uwais February 21, 2013 at 1:08 pm Reply

    terimakasih atas berbagi ceritanya, namun alangkah indahnya jika catatan perjalanan tersebut di sertakan biaya tiap trip di masing-masing lokasi karena info seperti itulah yang banyak di jadikan kitab suci backpacker untuk menyusul napak tilas teman2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: